Senin, 08 Juni 2020

keadaaan covid 19 kampungku


COVID-19
KAMPUNG SITI AMBIA KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL

DI SUSUN
OLEH
Abdul Roga Brampu
 (160404025)

http://www.ar-raniry.ac.id/files/LOGO%2000%20UIN%20AR-RANIRY.jpg


                                                                                              
                                                                                                








PRODI PENGEMBANGAN  MASYARAKAT  ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM  NEGERI AR-RANIRY  BANDA ACEH
TAHUN AJARAN 2019/2020





A.    Latar belakang masalah
Bencana nasional nonalam covid-19 berdampak pada keresahan,  kekuatiran dan ketakutan masyarakat dari ancaman gangguan kesehatan karena terinfeksi covid-19 bahkan ancaman jiwa, di mana puluhan ribu jiwa berpotensi tertular. Kekawatiran dan ketakutan semakin bertambah setelah penetapan status covid-19 sebagai bencana nonalam yang ditindaklanjuti pemerintah dengan membuat kebijakan perlunya  melakukan social distancing, physical distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang merupakan respon dari kedaruratan kesehatan masyarakat. PSBB dimaksudkan sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran penyakit, kedaruratan kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu, yang meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.
Di sisi lain, pemberlakuan social distancing, physical distancing, hingga PSBB berdampak pada masalah sosial dan ekonomi di masyarakat. Dimana, sebagian masyarakat kehilangan pendapatan, tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, terutama rumah tangga miskin dan rentan serta sektor informal. Daya beli dan konsumsi masyarakat turun. Selain berdampak bagi rumah tangga, pandemi corona juga berdampak pada UMKM, yang tidak dapat melakukan kegiatan usaha dan terganggu kemampuannya dalam memenuhi kewajiban kredit sehingga kredit bermasalah atau NPL perbankan bagi UMKM bisa meningkat signifikan, yang berpotensi makin memperburuk kondisi perekonomian.
Semakin majunya jaman maka semakin maju pula daerah atau wilayah kita dengan demikian kita sudah banyak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama,seperti melakukan kebohongan, melakukan tindakan kekerasan, melakukan pembunuhan,melakukan kemaksiatan, melakukan korupsi yang sekarang kita ketahui semakin banyak merajalela dimasyarakat, dan perbuatan yang tidak senonoh yang dilarang oleh agama, dan tidak pernah sama sekali untuk berubah tahun demi tahun, maka dari itu allah subhanallah wataala memberikan atau menurunkan azab kepada umat atau hambanya yaitu satu azab yang seperti terjadi seperti sekarang ini yang semua umat dan mahkluk yang ada didunia ini merasakannya yaitu azab atau balaa (covid 19).

Sekarang ini setiap penduduk yang ada di setiap penjuru dunia merasakan azab tersebut dengan tujuan agar umat manusia dapat sadar terhadap apa  yang telah manusia perbuat di permukaan bumi ini,oleh sebab itu masyarakat kampung siti ambia sudah banyak mengalami keresahan terhadap virus corona tersebut,seperti banyak fakta yang saya perhatikan ketika ibu-ibu pergi berobat ke puskemas mereka bahkan sampai ada rasa cemas atau rasa ketakutanketika di cek oleh perawat atau dokter,karena mereka berenggapan bahwa dirinya terkena corona,padahal maksud dan tujuan dari pihak puskesmas adalah untuk mengetahui  kondisi seorang ibu yang sedang berobat,karna jika terkena virus tersebut dapat cepat atau segera diobati.

Selanjutnya banyak warga yang bertengkar dengan sesama karna efek ekonomi yang sudah semakin sulit untuk memenuhi kehidupan mereka,dan yang lebih ironisnya lagi seorang suami istri bertengkar akibat tidak punya uang lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup,efek dari corona tersebut masyarakat susah atau sulit untuk mendapatkan pekerjaan karna tidak diperbolehkan untuk bergabung tempat-tempat yang ramai untuk beraktifitas atau melakukan sesuatu,tetapi sebalik itu ada sebagian masyrakat yang masih melawan aturan bahkan bekerja wakaupun dilarang ketempat yang ramai,tetapi di balik itu corona dapaat bermanfaat iyalah diantaranya dapat berkumpul dengan keluarga, dan dapat  selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga untuk selalu mencuci tangan karna  sudah ada rasa takut terhadap virus tersebut, maka  dari itu timbul permasalahan nya ialah yang akan di amati secara lebih jauh iyalah bagaimana dampak negatif dan positif dari corona tersebut,dan bagaimana tindakan pemerintah mengenai virus corona tersebut.

B.     Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan saya ambil ialah bagaimana dampak positif dan negatif yang dihadapi masyarakat  dan bagaimana tindakan pemerintah mengenai virus corona tersebut dalam menghadapi wabah covid 19?.

C.    Pembahasan Covid 19 Kampung Siti Ambia

1.      Dampak positif covid-19
akibat adanya pandemi Corona Virus, masyarakat dituntut untuk tetap dirumah saja. Melakukan aktivitas seperti belajar dirumah pada siswa bahkan mahasiswa, maupun bekerja dari rumah dengan menggunakan teknologi yang ada. 
Hal yang harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini:
- sering mencuci tangan dan menjaga imun tubuh. 
- memakai masker bila berpergian
- tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang sakit. 
- mengurangi berpergian guna memutus rantai penyebaran virus
 Dari akibat adanya lockdown atau tetap dirumah, adapun hal positif  lainnya yang dapat kita ambil:
1) Waktu
Dengan tetap dirumah saja, kita memiliki banyak waktu. Waktu yang kita miliki bisa bermanfaat atau terbuang sia-sia, ini bergantung pada bagaimana kita menggunakan? Waktu kita menjadi positif, jika kita gunakan untuk melakukan hal yang positif. Contohnya: saya sebagai seorang mahasiswi, sebelum pandemi, waktu yang saya gunakan hanya untuk belajar dikampus. Hal yang bisa saya ambil positif nya adalah saya menjadi lebih banyak waktu untuk belajar memasak karna rasa gabut hehe, kareana selain belajar secara online, kita juga bisa sambil belajar memasak.

2) Kesehatan 
Hal positif lainnya yanh bisa kita ambil adalah dengan adanya virus ini, kita dituntut untuk tetap menjaga imun tubuh kita dengan cara rutin menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, mengkonsumsi minuman yang dapat meningkatkan imun seperti yang mengandung vitC dan yang terakhir adalah kita lebih sering banyak minum,  karena apa?  Karena dengan banyak minum air putih tenggorokan kita akan tetap terjaga dan tidak kering. 
Hal ini salah satu hal yang positif bagi saya pribadi, karena apa? Karena saya sebenarnya tidak terlalu banyak mengkonsumsi air putih, namun dengan adanya anjuran tentang pencegahan virus ini dengan banyak mengkonsumsi air putih, hal ini menuntut saya untuk terbiasa banyak mengkonsumsi air putih.
2.      Dampak negatif covid 19 
Pandemi yang terjadi saat ini cukup memberikan dampak yang begitu besar terhadap perekonomian dan hal lainnya. 

1) Dampak Ekonomi 
Dengan adanya tuntutan tetap di rumah saja, banyak pegawai yang harus dirumahkan dan bahkan tidak memiliki pekerjaan sampingan untuk tetap mendapatkan rupiah. Lalu, bagaimana mencukupi kebutuhan sehari-hari?  Bagaimana membayar cicilan jika tak ada pendapat? Dan ini banyak dialami oleh masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Banyak perekonomian yang merosot, pendapatan yang berkurang dan kebutuhan yang harus tetap dipenuhi. Hal ini merupakan dampak negatif bagi kebanyakan masyarakat. 

2) Edukasi
Pembelajaran yang awalnya sangat efektif dilakukan dengan pembelajaran tatap muka, kini berubah menjadi belajar secara Online. 
Miris sekali, hal ini begitu kurang efektif untuk dilakukan, namun lebih baik dari pada tidak melakukan. Banyak tuntutan bagi pendidik bahkan peserta didik untuk tetap melakukan belajar secara Daring. Adapun kesulitan yang dialami, bagaimana pendidik yang dituntut untuk tahu mengoperasikan sebuah aplikasi guna menjalankan kuliah online. 
Hal ini sebenarnya memberikan dampak negatif terhadap proses pembelajaran, bagaimana bisa? Pembelajaran yang dilakukan secara Online mampi memberikan pelajaran yang mudah untuk dipahami dengan media yang tersedia. 
Pembelajaran secara daring dapat dilakukan dengan melakukan kuliah Online menggunakan media atau applikasi yang ditentukan atau bahkan memberikan penugasan sebagai bentuk penilaian. 
Hal yang harus tetap dipertimbangkan adalah bentuk penugasan yang diberikan tetap mempertimbangkan sewajarnya. 
Selain kurangnya pemahaman akan materi yang disampaikan secara daring, hal lainnya adalah melakukan belajar daring seperti kuliah online menjadi dua kali lipat dalam penggunaan kuota internet. Hal ini cukup membebankan dikarenakan tuntutan kuota dan kurangnya pemasukan akibat dari pandemi covid-19. 
Sedangkan tindakan pemerintah Presiden Joko Widodo menegaskan, pandemi covid-19 tak hanya terkait kesehatan dan keselamatan masyarakat, namun juga dampak ekonomi yang mengikutinya. Bukan hanya jatuhnya nilai tukar dan pasar saham, ekonomi riill juga terdampak dari pandemi ini. Berbagai kebijakan pemerintah telah diluncurkan untuk mengatasi virus corona. Kebijakan di bidang kesehatan dituangkan dalam Keppres No. 7/2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), disusul Keppres No. 9/2020 tentang perubahan struktural. Melalui Keppres itu, Presiden Jokowi menyalurkan kewenangan pemberian izin edar dan impor alat kesehatan kepada Ketua Pelaksana Gugus Tugas, yakni Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo. Kewenangan berbentuk mandat pemberian pengecualian izin tata niaga impor alat kesehatan terkait covid-19.
Terkait dukungan pemerintah di bidang kesehatan, anggaran Rp 75 triliun dialokasikan untuk perlindungan tenaga kesehatan, seperti pengadaan alat pelindung diri (APD). Anggaran itu juga digunakan untuk pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti alat uji coba, reagen, ventilator, handsanitizer, dan lainnya. Selain itu anggaran juga untuk memperbarui rumah sakit rujukan covid-19, termasuk Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Insentif dokter, santunan kematian tenaga medis sebesar Rp 300 juta, dukungan tenaga medis, serta penangan kesehatan lainnya juga diambilkan dari anggaran itu.
Dalam upaya mengatasi masalah sosial di masyarakat seperti pengangguran, PHK, dan daya beli yang rendah, berbagai kebijakan pemerintah juga telah dinyatakan. Pemerintah telah memastikan jaring pengaman ekonomi selama pandemi virus corona. Kebijakan ini difokuskan untuk pekerja informal dan pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sejumlah program ekonomi dilakukan, antara lain menambah penerima Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial, dari 9,2 juta menjadi 10 juta orang. Besaran bantuan yang diterimakan naik 25%. Ibu hamil bakal menerima Rp 3 juta per tahun dari yang sebelumnya Rp 2 juta. Kartu sembako, jumlah penerimanya juga dinaikan dari 15,2 juta menjadi 20 juta orang. Nilainya naik 30 persen, dari Rp150 menjadi Rp200 ribu. Semua ini akan diberikan selama sembilan bulan. Kartu prakerja, anggarannya dinaikan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang, terutama pekerja informal serta pelaku UMKM yang terdampak. Nilai manfaat Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta perbulan, selama empat bulan.
Untuk meringankan perekonomian masyarakat, pemerintah telah membebaskan biaya pelanggan listrik 400 VA selama 3 bulan ke depan yaitu April, Mei, dan Juni 2020, yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan. Bagi pelanggan listrik 900 VA mendapat keringanan potongan harga sebesar 50 persen selama periode yang sama. Saat ini jumlah pelanggan listrik 900 VA sekitar 7 juta pelanggan. Selain itu pemerintah menambah insentif perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga Rp 175.000. Pemerintah juga memberi dukungan logistik kebutuhan pokok (sembako) dengan alokasi anggaran Rp 25 triliun.
Kebijakan perlindungan sosial yang lain, Presiden Jokowi memerintahkan seluruh menteri, gubernur dan wali kota memangkas rencana belanja yang bukan belanja prioritas di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jokowi meminta pusat dan daerah untuk mengalokasikan ulang anggarannya guna mempercepat pengentasan dampak corona, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Hal ini ditindaklanjuti Presiden Jokowi melakukan pengurangan anggaran terhadap sejumlah kementerian dan lembaga demi penanganan pandemi covid-19.
Pengurangan anggaran juga berlaku bagi lembaga pemerintah lainnya seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan Agung, hingga Mahkamah Agung. Kebijakan lain terkait alokasi anggaran dikemukakan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia menyatakan, ASN eselon I dan II, tak akan mendapatkan THR. THR hanya akan diberikan bagi ASN, TNI, dan Polri eselon III ke bawah serta pensiunan. Hal ini karena pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Keputusan berikutnya, Jokowi meminta pemerintah pusat serta pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan pokok, dan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, terutama masyarakat bawah.
Pihaknya juga meminta, program padat karya tunai diperbanyak dan dilipatgandakan, dengan catatan harus diikuti kepatuhan terhadap protokol pencegahan virus corona. Yaitu menjaga jarak aman satu sama lain. Jokowi juga menyebut, pemerintah memberi tambahan sebesar Rp 50.000 pada pemegang kartu sembako murah selama enam bulan. Dengan demikian, peserta kartu sembako akan menerima Rp 200.000 per keluarga tiap bulan. Untuk menjalankan alokasi tambahan kartu sembako ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4,56 triliun. Jokowi juga memutuskan mempercepat impelementasi kartu pra-kerja guna mengantisipasi pekerja yang terkena PHK, pekerja kehilangan penghasilan, dan penugusaha mikro yang kehilangan pasar dan omzetnya. Masyarakat yang terdampak corona virus diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kulitasnya melalui pelatihan kartu prakerja. Pemerintah mengalokasikan Rp 10 triliun untuk kebutuhan itu.
Keputusan lain bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang melakukan kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi, diberikan stimulus. Pemerintah memberikan subsidi bunga hingga masa angsuran 10. tahun. Jika bunga di atas 5 persen, maka selisih bunga dibayar pemerintah. Selain itu, ada juga bantuan pemberian subsidi uang muka bagi kredit rumah bersubsidi, dengan alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,5 triliun. 
Sebagai dukungan terhadap industri, presiden Jokowi memutuskan pemerintah untuk membayar pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang selama ini dibayar oleh wajib pajak karyawan di industri pengolahan. Alokasi anggaran yang disediakan Rp 8,6 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan memberi relaksasi kredit di bawah Rp 10 miliar bagi UMKM. Relaksasi itu berupa penurunuan bunga dan penundaan cicilan selama setahun baik dari perbankan dan industri keuangan non bank. Selain itu, penangguhan cicilan selama setahun juga berlaku bagi ojek, supir taksi dan nelayan yang memiliki cicilan kendaraan. Jokowi minta pihak perbankan dan keuangan non bank untuk tidak mengejar para debitur.
Pandemi corona juga berdampak pada penurunan pertumuhan ekonomi nasional dari semula diperkirakan tumbuh di atas 4% tahun ini diprediksi hanya akan tumbuh 2,5 %. Berbagai upaya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi karena dampak pandemi corona dilakukah pemerintah, baik dari segi kesehatan, sosial dan ekonomi. Secara umum tujuan setiap kebijakan untuk mengatasi rendahnya daya beli masyarakat, untuk mengurangi risiko PHK dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia.
Masalah keuangan apa saja yang dihadapi masyarakat di kala pandemi COVID-19?
1. Pendapatan berkurang
Bagi sebagian orang, pendapatan atau pemasukan yang didapat selama wabah pandemi COVID-19 mungkin tidak sama dengan pemasukan sebelum adanya pandemi ini. Pasalnya, kebanyakan perusahaan memutuskan untuk melakukan pemotongan gaji kepada karyawannya seperti karyawan pt uber teraco dan pt astra karena pemasukan perusahaan yang juga berkurang drastis.
Jika kalian memang salah satu dari mereka yang pendapatannya berkurang, cobalah untuk tetap bersyukur. Setidaknya, kalian masih bisa bekerja dan memiliki penghasilan walaupun tidak sama seperti sebelumnya. Yang harus kalian lakukan adalah belajar menyederhanakan pengeluaran dan benar-benar mengeluarkan uang hanya ketika sedang butuh saja.
2. Nilai investasi menurun
Karena pandemi COVID-19 berdampak pada perekonomian tak hanya negara Indonesia namun juga dunia, tak mengherankan jika nilai investasi menjadi menurun. Mereka yang menginvestasikan uangnya pada saham atau emas pasti mendapati bahwa beberapa hari lalu nilai saham tengah anjlok. Tak hanya saham lokal melainkan juga saham luar negeri.
3. Pengeluaran membengkak
Karena kelamaan di rumah saja, pengeluaran kita pun menjadi membengkak. Entah itu untuk membeli barang keperluan yang penting maupun membeli yang hanya merupakan keinginan semata saja.
Berada di rumah saja, memungkinkan kita untuk memiliki waktu lebih untuk mengakses situs marketplace yang akhirnya membuat kita tanpa pikir panjang langsung membeli semua yang kita inginkan, tanpa mengingat bahwa pemasukan yang kita terima tidak seperti biasanya.
Kebutuhan selama di rumah saja pun tentunya juga akan lebih meningkat, karena kita berada di rumah terus sepanjang hari. Misalnya kebutuhan listrik, air, internet, hiburan dan sebagainya.
4. Cicilan yang menuntut untuk dibayar
Walau pemasukan kita berkurang, namun cicilan adalah kewajiban yang menuntut untuk dibayar. Tak pelak lagi banyak orang yang merasa kebingungan bagaimana harus membayar cicilan sementara pemasukan tak lagi sama seperti dahulu dan pengeluaran yang ada pun semakin besar.
Jika memang kalian memiliki cicilan yang harus dibayar dan benar-benar tidak memiliki uang untuk membayar cicilan tersebut, maka coba diskusikan kepada bank atau orang tempat kalian berhutang supaya kalian bisa meminta keringanan kepada mereka perihal membayar cicilan.
Dengan mengatakan pada mereka alasan sesungguhnya, mungkin kalian akan diberikan keringanan dan kalian juga tidak dikira memiliki itikad buruk dengan tidak membayar cicilan kalian yang harusnya dibayar tersebut.
Pemerintah menerapkan kebijakan yaitu Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya. Hal tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak.
Permasalahan lain dari adanya sistem pembelajaran secara onlineini adalah akses informasi yang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Siswa terkadang tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang memadai. Akibatnya mereka terlambat dalam mengumpulkan suatu tugas yang diberikan oleh guru. Belum lagi bagi guru yang memeriksa banyak tugas yang telah diberikan kepada siswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas. Penerapan pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali, mengenai model dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Yang awalnya seorang guru sudah mempersiapkan model pembelajaran yang akan digunakan, kemudian harus mengubah model pembelajaran tersebut.
Di balik masalah dan keluhan tersebut, ternyata juga terdapat berbagai hikmah bagi pendidikan di Indonesia. Diantaranya, siswa maupun guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online ini. Di era disrupsi teknologi yang semakin canggih ini, guru maupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Penguasaan siswa maupun guru terhadap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH), maka mampu memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.
Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, e-learning, aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru.
Setelah pendidik mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran online, maka akan tercipta pemikiran mengenai metode dan model pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik. Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran. Dalam hal ini, guru lebih persuasif karena membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru melalui video kreatif tersebut. Peserta didik tentu akan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh guru melalui video kreatif yang dibuat oleh guru tersebut. Sehingga dengan adanya penerapan model pembelajaran di rumah ini, membuat siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran secara online.
Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari guru, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh guru.
Adanya pandemi covid-19 juga memberikan hikmah yang lainnya. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang tua lebih mudah dalam memonitoring atau mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak dirumah. Hal tersebut akan menimbulkan komunikasi yang lebih intensif dan akan menimbulkan hubungan kedekatan yang lebih erat antara anak dan orang tua. Orang tua dapat melakukan pembimbingan secara langsung kepada anak mengenai materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh anak. Dimana sebenarnya orang tua adalah institusi pertama dalam pendidikan anak. Dalam kegiatan pembelajaran secara online yang diberikan oleh guru, maka orang tua dapat memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya. Kemudian ketidakjelasan dari materi yang diberikan oleh guru, membuat komunikasi antara orang tua dengan anak semakin terjalin dengan baik. Orang tua dapat membantu kesulitan materi yang dihadapi anak.
Hikmah selanjutnya yaitu penggunaan media seperti handphone atau gadget, dapat dikontrol untuk kebutuhan belajar anak. Peran orang tua semakin diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget. Hal tersebut memberikan dampak yang positif bagi anak, dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Anak cenderung akan menggunakan handphone untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran dari tugas yang diberikan oleh guru. Sehingga akan membuat anak menghindari penggunaan gadget pada hal-hal kurang bermanfaat atau negatif.
Walaupun pendidikan di Indonesia ikut terdampak adanya pandemi covid-19 ini, namun dibalik semua itu terdapat hikmah dan pelajaran yang dapat diambil. Adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online, maka dapat memberikan manfaat yaitu meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi saat ini dan mengatasi permasalahan proses pendidikan di Indonesia
D.Kesimpulan
Sebagai warga, mari kita dukung setiap keputusan pemerintah dan tetap berdoa, tetap percaya kita bisa keluar dari bencana nasional pandemi corona ini,dan selalu mengikuti langkah-langkah untuk hidup sehat agar kita terhindar dari virus tersebut, dan selalu bersabar ketika menghadapi permasalahan ekonomi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan baik keluarga maupun masyarakat.



keadaaan covid 19 kampungku


COVID-19
KAMPUNG SITI AMBIA KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL

DI SUSUN
OLEH
Abdul Roga Brampu
 (160404025)

http://www.ar-raniry.ac.id/files/LOGO%2000%20UIN%20AR-RANIRY.jpg


                                                                                              
                                                                                                








PRODI PENGEMBANGAN  MASYARAKAT  ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM  NEGERI AR-RANIRY  BANDA ACEH
TAHUN AJARAN 2019/2020





A.    Latar belakang masalah
Bencana nasional nonalam covid-19 berdampak pada keresahan,  kekuatiran dan ketakutan masyarakat dari ancaman gangguan kesehatan karena terinfeksi covid-19 bahkan ancaman jiwa, di mana puluhan ribu jiwa berpotensi tertular. Kekawatiran dan ketakutan semakin bertambah setelah penetapan status covid-19 sebagai bencana nonalam yang ditindaklanjuti pemerintah dengan membuat kebijakan perlunya  melakukan social distancing, physical distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang merupakan respon dari kedaruratan kesehatan masyarakat. PSBB dimaksudkan sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran penyakit, kedaruratan kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu, yang meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.
Di sisi lain, pemberlakuan social distancing, physical distancing, hingga PSBB berdampak pada masalah sosial dan ekonomi di masyarakat. Dimana, sebagian masyarakat kehilangan pendapatan, tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, terutama rumah tangga miskin dan rentan serta sektor informal. Daya beli dan konsumsi masyarakat turun. Selain berdampak bagi rumah tangga, pandemi corona juga berdampak pada UMKM, yang tidak dapat melakukan kegiatan usaha dan terganggu kemampuannya dalam memenuhi kewajiban kredit sehingga kredit bermasalah atau NPL perbankan bagi UMKM bisa meningkat signifikan, yang berpotensi makin memperburuk kondisi perekonomian.
Semakin majunya jaman maka semakin maju pula daerah atau wilayah kita dengan demikian kita sudah banyak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama,seperti melakukan kebohongan, melakukan tindakan kekerasan, melakukan pembunuhan,melakukan kemaksiatan, melakukan korupsi yang sekarang kita ketahui semakin banyak merajalela dimasyarakat, dan perbuatan yang tidak senonoh yang dilarang oleh agama, dan tidak pernah sama sekali untuk berubah tahun demi tahun, maka dari itu allah subhanallah wataala memberikan atau menurunkan azab kepada umat atau hambanya yaitu satu azab yang seperti terjadi seperti sekarang ini yang semua umat dan mahkluk yang ada didunia ini merasakannya yaitu azab atau balaa (covid 19).

Sekarang ini setiap penduduk yang ada di setiap penjuru dunia merasakan azab tersebut dengan tujuan agar umat manusia dapat sadar terhadap apa  yang telah manusia perbuat di permukaan bumi ini,oleh sebab itu masyarakat kampung siti ambia sudah banyak mengalami keresahan terhadap virus corona tersebut,seperti banyak fakta yang saya perhatikan ketika ibu-ibu pergi berobat ke puskemas mereka bahkan sampai ada rasa cemas atau rasa ketakutanketika di cek oleh perawat atau dokter,karena mereka berenggapan bahwa dirinya terkena corona,padahal maksud dan tujuan dari pihak puskesmas adalah untuk mengetahui  kondisi seorang ibu yang sedang berobat,karna jika terkena virus tersebut dapat cepat atau segera diobati.

Selanjutnya banyak warga yang bertengkar dengan sesama karna efek ekonomi yang sudah semakin sulit untuk memenuhi kehidupan mereka,dan yang lebih ironisnya lagi seorang suami istri bertengkar akibat tidak punya uang lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup,efek dari corona tersebut masyarakat susah atau sulit untuk mendapatkan pekerjaan karna tidak diperbolehkan untuk bergabung tempat-tempat yang ramai untuk beraktifitas atau melakukan sesuatu,tetapi sebalik itu ada sebagian masyrakat yang masih melawan aturan bahkan bekerja wakaupun dilarang ketempat yang ramai,tetapi di balik itu corona dapaat bermanfaat iyalah diantaranya dapat berkumpul dengan keluarga, dan dapat  selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga untuk selalu mencuci tangan karna  sudah ada rasa takut terhadap virus tersebut, maka  dari itu timbul permasalahan nya ialah yang akan di amati secara lebih jauh iyalah bagaimana dampak negatif dan positif dari corona tersebut,dan bagaimana tindakan pemerintah mengenai virus corona tersebut.

B.     Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan saya ambil ialah bagaimana dampak positif dan negatif yang dihadapi masyarakat  dan bagaimana tindakan pemerintah mengenai virus corona tersebut dalam menghadapi wabah covid 19?.

C.    Pembahasan Covid 19 Kampung Siti Ambia

1.      Dampak positif covid-19
akibat adanya pandemi Corona Virus, masyarakat dituntut untuk tetap dirumah saja. Melakukan aktivitas seperti belajar dirumah pada siswa bahkan mahasiswa, maupun bekerja dari rumah dengan menggunakan teknologi yang ada. 
Hal yang harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini:
- sering mencuci tangan dan menjaga imun tubuh. 
- memakai masker bila berpergian
- tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang sakit. 
- mengurangi berpergian guna memutus rantai penyebaran virus
 Dari akibat adanya lockdown atau tetap dirumah, adapun hal positif  lainnya yang dapat kita ambil:
1) Waktu
Dengan tetap dirumah saja, kita memiliki banyak waktu. Waktu yang kita miliki bisa bermanfaat atau terbuang sia-sia, ini bergantung pada bagaimana kita menggunakan? Waktu kita menjadi positif, jika kita gunakan untuk melakukan hal yang positif. Contohnya: saya sebagai seorang mahasiswi, sebelum pandemi, waktu yang saya gunakan hanya untuk belajar dikampus. Hal yang bisa saya ambil positif nya adalah saya menjadi lebih banyak waktu untuk belajar memasak karna rasa gabut hehe, kareana selain belajar secara online, kita juga bisa sambil belajar memasak.

2) Kesehatan 
Hal positif lainnya yanh bisa kita ambil adalah dengan adanya virus ini, kita dituntut untuk tetap menjaga imun tubuh kita dengan cara rutin menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, mengkonsumsi minuman yang dapat meningkatkan imun seperti yang mengandung vitC dan yang terakhir adalah kita lebih sering banyak minum,  karena apa?  Karena dengan banyak minum air putih tenggorokan kita akan tetap terjaga dan tidak kering. 
Hal ini salah satu hal yang positif bagi saya pribadi, karena apa? Karena saya sebenarnya tidak terlalu banyak mengkonsumsi air putih, namun dengan adanya anjuran tentang pencegahan virus ini dengan banyak mengkonsumsi air putih, hal ini menuntut saya untuk terbiasa banyak mengkonsumsi air putih.
2.      Dampak negatif covid 19 
Pandemi yang terjadi saat ini cukup memberikan dampak yang begitu besar terhadap perekonomian dan hal lainnya. 

1) Dampak Ekonomi 
Dengan adanya tuntutan tetap di rumah saja, banyak pegawai yang harus dirumahkan dan bahkan tidak memiliki pekerjaan sampingan untuk tetap mendapatkan rupiah. Lalu, bagaimana mencukupi kebutuhan sehari-hari?  Bagaimana membayar cicilan jika tak ada pendapat? Dan ini banyak dialami oleh masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Banyak perekonomian yang merosot, pendapatan yang berkurang dan kebutuhan yang harus tetap dipenuhi. Hal ini merupakan dampak negatif bagi kebanyakan masyarakat. 

2) Edukasi
Pembelajaran yang awalnya sangat efektif dilakukan dengan pembelajaran tatap muka, kini berubah menjadi belajar secara Online. 
Miris sekali, hal ini begitu kurang efektif untuk dilakukan, namun lebih baik dari pada tidak melakukan. Banyak tuntutan bagi pendidik bahkan peserta didik untuk tetap melakukan belajar secara Daring. Adapun kesulitan yang dialami, bagaimana pendidik yang dituntut untuk tahu mengoperasikan sebuah aplikasi guna menjalankan kuliah online. 
Hal ini sebenarnya memberikan dampak negatif terhadap proses pembelajaran, bagaimana bisa? Pembelajaran yang dilakukan secara Online mampi memberikan pelajaran yang mudah untuk dipahami dengan media yang tersedia. 
Pembelajaran secara daring dapat dilakukan dengan melakukan kuliah Online menggunakan media atau applikasi yang ditentukan atau bahkan memberikan penugasan sebagai bentuk penilaian. 
Hal yang harus tetap dipertimbangkan adalah bentuk penugasan yang diberikan tetap mempertimbangkan sewajarnya. 
Selain kurangnya pemahaman akan materi yang disampaikan secara daring, hal lainnya adalah melakukan belajar daring seperti kuliah online menjadi dua kali lipat dalam penggunaan kuota internet. Hal ini cukup membebankan dikarenakan tuntutan kuota dan kurangnya pemasukan akibat dari pandemi covid-19. 
Sedangkan tindakan pemerintah Presiden Joko Widodo menegaskan, pandemi covid-19 tak hanya terkait kesehatan dan keselamatan masyarakat, namun juga dampak ekonomi yang mengikutinya. Bukan hanya jatuhnya nilai tukar dan pasar saham, ekonomi riill juga terdampak dari pandemi ini. Berbagai kebijakan pemerintah telah diluncurkan untuk mengatasi virus corona. Kebijakan di bidang kesehatan dituangkan dalam Keppres No. 7/2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), disusul Keppres No. 9/2020 tentang perubahan struktural. Melalui Keppres itu, Presiden Jokowi menyalurkan kewenangan pemberian izin edar dan impor alat kesehatan kepada Ketua Pelaksana Gugus Tugas, yakni Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo. Kewenangan berbentuk mandat pemberian pengecualian izin tata niaga impor alat kesehatan terkait covid-19.
Terkait dukungan pemerintah di bidang kesehatan, anggaran Rp 75 triliun dialokasikan untuk perlindungan tenaga kesehatan, seperti pengadaan alat pelindung diri (APD). Anggaran itu juga digunakan untuk pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti alat uji coba, reagen, ventilator, handsanitizer, dan lainnya. Selain itu anggaran juga untuk memperbarui rumah sakit rujukan covid-19, termasuk Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Insentif dokter, santunan kematian tenaga medis sebesar Rp 300 juta, dukungan tenaga medis, serta penangan kesehatan lainnya juga diambilkan dari anggaran itu.
Dalam upaya mengatasi masalah sosial di masyarakat seperti pengangguran, PHK, dan daya beli yang rendah, berbagai kebijakan pemerintah juga telah dinyatakan. Pemerintah telah memastikan jaring pengaman ekonomi selama pandemi virus corona. Kebijakan ini difokuskan untuk pekerja informal dan pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sejumlah program ekonomi dilakukan, antara lain menambah penerima Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial, dari 9,2 juta menjadi 10 juta orang. Besaran bantuan yang diterimakan naik 25%. Ibu hamil bakal menerima Rp 3 juta per tahun dari yang sebelumnya Rp 2 juta. Kartu sembako, jumlah penerimanya juga dinaikan dari 15,2 juta menjadi 20 juta orang. Nilainya naik 30 persen, dari Rp150 menjadi Rp200 ribu. Semua ini akan diberikan selama sembilan bulan. Kartu prakerja, anggarannya dinaikan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang, terutama pekerja informal serta pelaku UMKM yang terdampak. Nilai manfaat Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta perbulan, selama empat bulan.
Untuk meringankan perekonomian masyarakat, pemerintah telah membebaskan biaya pelanggan listrik 400 VA selama 3 bulan ke depan yaitu April, Mei, dan Juni 2020, yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan. Bagi pelanggan listrik 900 VA mendapat keringanan potongan harga sebesar 50 persen selama periode yang sama. Saat ini jumlah pelanggan listrik 900 VA sekitar 7 juta pelanggan. Selain itu pemerintah menambah insentif perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga Rp 175.000. Pemerintah juga memberi dukungan logistik kebutuhan pokok (sembako) dengan alokasi anggaran Rp 25 triliun.
Kebijakan perlindungan sosial yang lain, Presiden Jokowi memerintahkan seluruh menteri, gubernur dan wali kota memangkas rencana belanja yang bukan belanja prioritas di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jokowi meminta pusat dan daerah untuk mengalokasikan ulang anggarannya guna mempercepat pengentasan dampak corona, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Hal ini ditindaklanjuti Presiden Jokowi melakukan pengurangan anggaran terhadap sejumlah kementerian dan lembaga demi penanganan pandemi covid-19.
Pengurangan anggaran juga berlaku bagi lembaga pemerintah lainnya seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan Agung, hingga Mahkamah Agung. Kebijakan lain terkait alokasi anggaran dikemukakan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dia menyatakan, ASN eselon I dan II, tak akan mendapatkan THR. THR hanya akan diberikan bagi ASN, TNI, dan Polri eselon III ke bawah serta pensiunan. Hal ini karena pemerintah mengalokasikan anggaran untuk penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Keputusan berikutnya, Jokowi meminta pemerintah pusat serta pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan pokok, dan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, terutama masyarakat bawah.
Pihaknya juga meminta, program padat karya tunai diperbanyak dan dilipatgandakan, dengan catatan harus diikuti kepatuhan terhadap protokol pencegahan virus corona. Yaitu menjaga jarak aman satu sama lain. Jokowi juga menyebut, pemerintah memberi tambahan sebesar Rp 50.000 pada pemegang kartu sembako murah selama enam bulan. Dengan demikian, peserta kartu sembako akan menerima Rp 200.000 per keluarga tiap bulan. Untuk menjalankan alokasi tambahan kartu sembako ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4,56 triliun. Jokowi juga memutuskan mempercepat impelementasi kartu pra-kerja guna mengantisipasi pekerja yang terkena PHK, pekerja kehilangan penghasilan, dan penugusaha mikro yang kehilangan pasar dan omzetnya. Masyarakat yang terdampak corona virus diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kulitasnya melalui pelatihan kartu prakerja. Pemerintah mengalokasikan Rp 10 triliun untuk kebutuhan itu.
Keputusan lain bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang melakukan kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi, diberikan stimulus. Pemerintah memberikan subsidi bunga hingga masa angsuran 10. tahun. Jika bunga di atas 5 persen, maka selisih bunga dibayar pemerintah. Selain itu, ada juga bantuan pemberian subsidi uang muka bagi kredit rumah bersubsidi, dengan alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,5 triliun. 
Sebagai dukungan terhadap industri, presiden Jokowi memutuskan pemerintah untuk membayar pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang selama ini dibayar oleh wajib pajak karyawan di industri pengolahan. Alokasi anggaran yang disediakan Rp 8,6 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan memberi relaksasi kredit di bawah Rp 10 miliar bagi UMKM. Relaksasi itu berupa penurunuan bunga dan penundaan cicilan selama setahun baik dari perbankan dan industri keuangan non bank. Selain itu, penangguhan cicilan selama setahun juga berlaku bagi ojek, supir taksi dan nelayan yang memiliki cicilan kendaraan. Jokowi minta pihak perbankan dan keuangan non bank untuk tidak mengejar para debitur.
Pandemi corona juga berdampak pada penurunan pertumuhan ekonomi nasional dari semula diperkirakan tumbuh di atas 4% tahun ini diprediksi hanya akan tumbuh 2,5 %. Berbagai upaya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi karena dampak pandemi corona dilakukah pemerintah, baik dari segi kesehatan, sosial dan ekonomi. Secara umum tujuan setiap kebijakan untuk mengatasi rendahnya daya beli masyarakat, untuk mengurangi risiko PHK dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia.
Masalah keuangan apa saja yang dihadapi masyarakat di kala pandemi COVID-19?
1. Pendapatan berkurang
Bagi sebagian orang, pendapatan atau pemasukan yang didapat selama wabah pandemi COVID-19 mungkin tidak sama dengan pemasukan sebelum adanya pandemi ini. Pasalnya, kebanyakan perusahaan memutuskan untuk melakukan pemotongan gaji kepada karyawannya seperti karyawan pt uber teraco dan pt astra karena pemasukan perusahaan yang juga berkurang drastis.
Jika kalian memang salah satu dari mereka yang pendapatannya berkurang, cobalah untuk tetap bersyukur. Setidaknya, kalian masih bisa bekerja dan memiliki penghasilan walaupun tidak sama seperti sebelumnya. Yang harus kalian lakukan adalah belajar menyederhanakan pengeluaran dan benar-benar mengeluarkan uang hanya ketika sedang butuh saja.
2. Nilai investasi menurun
Karena pandemi COVID-19 berdampak pada perekonomian tak hanya negara Indonesia namun juga dunia, tak mengherankan jika nilai investasi menjadi menurun. Mereka yang menginvestasikan uangnya pada saham atau emas pasti mendapati bahwa beberapa hari lalu nilai saham tengah anjlok. Tak hanya saham lokal melainkan juga saham luar negeri.
3. Pengeluaran membengkak
Karena kelamaan di rumah saja, pengeluaran kita pun menjadi membengkak. Entah itu untuk membeli barang keperluan yang penting maupun membeli yang hanya merupakan keinginan semata saja.
Berada di rumah saja, memungkinkan kita untuk memiliki waktu lebih untuk mengakses situs marketplace yang akhirnya membuat kita tanpa pikir panjang langsung membeli semua yang kita inginkan, tanpa mengingat bahwa pemasukan yang kita terima tidak seperti biasanya.
Kebutuhan selama di rumah saja pun tentunya juga akan lebih meningkat, karena kita berada di rumah terus sepanjang hari. Misalnya kebutuhan listrik, air, internet, hiburan dan sebagainya.
4. Cicilan yang menuntut untuk dibayar
Walau pemasukan kita berkurang, namun cicilan adalah kewajiban yang menuntut untuk dibayar. Tak pelak lagi banyak orang yang merasa kebingungan bagaimana harus membayar cicilan sementara pemasukan tak lagi sama seperti dahulu dan pengeluaran yang ada pun semakin besar.
Jika memang kalian memiliki cicilan yang harus dibayar dan benar-benar tidak memiliki uang untuk membayar cicilan tersebut, maka coba diskusikan kepada bank atau orang tempat kalian berhutang supaya kalian bisa meminta keringanan kepada mereka perihal membayar cicilan.
Dengan mengatakan pada mereka alasan sesungguhnya, mungkin kalian akan diberikan keringanan dan kalian juga tidak dikira memiliki itikad buruk dengan tidak membayar cicilan kalian yang harusnya dibayar tersebut.
Pemerintah menerapkan kebijakan yaitu Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya. Hal tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih banyak.
Permasalahan lain dari adanya sistem pembelajaran secara onlineini adalah akses informasi yang terkendala oleh sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Siswa terkadang tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang memadai. Akibatnya mereka terlambat dalam mengumpulkan suatu tugas yang diberikan oleh guru. Belum lagi bagi guru yang memeriksa banyak tugas yang telah diberikan kepada siswa, membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas. Penerapan pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali, mengenai model dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Yang awalnya seorang guru sudah mempersiapkan model pembelajaran yang akan digunakan, kemudian harus mengubah model pembelajaran tersebut.
Di balik masalah dan keluhan tersebut, ternyata juga terdapat berbagai hikmah bagi pendidikan di Indonesia. Diantaranya, siswa maupun guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang pembelajaran secara online ini. Di era disrupsi teknologi yang semakin canggih ini, guru maupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam bidang teknologi pembelajaran. Penguasaan siswa maupun guru terhadap teknologi pembelajaran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH), maka mampu memaksa dan mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.
Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, e-learning, aplikasi zoom, google classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru.
Setelah pendidik mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran online, maka akan tercipta pemikiran mengenai metode dan model pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik. Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran. Dalam hal ini, guru lebih persuasif karena membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru melalui video kreatif tersebut. Peserta didik tentu akan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh guru melalui video kreatif yang dibuat oleh guru tersebut. Sehingga dengan adanya penerapan model pembelajaran di rumah ini, membuat siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran secara online.
Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang bervariasi dari guru, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri, tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh guru.
Adanya pandemi covid-19 juga memberikan hikmah yang lainnya. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang tua lebih mudah dalam memonitoring atau mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi belajar anak dirumah. Hal tersebut akan menimbulkan komunikasi yang lebih intensif dan akan menimbulkan hubungan kedekatan yang lebih erat antara anak dan orang tua. Orang tua dapat melakukan pembimbingan secara langsung kepada anak mengenai materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh anak. Dimana sebenarnya orang tua adalah institusi pertama dalam pendidikan anak. Dalam kegiatan pembelajaran secara online yang diberikan oleh guru, maka orang tua dapat memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya. Kemudian ketidakjelasan dari materi yang diberikan oleh guru, membuat komunikasi antara orang tua dengan anak semakin terjalin dengan baik. Orang tua dapat membantu kesulitan materi yang dihadapi anak.
Hikmah selanjutnya yaitu penggunaan media seperti handphone atau gadget, dapat dikontrol untuk kebutuhan belajar anak. Peran orang tua semakin diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget. Hal tersebut memberikan dampak yang positif bagi anak, dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Anak cenderung akan menggunakan handphone untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran dari tugas yang diberikan oleh guru. Sehingga akan membuat anak menghindari penggunaan gadget pada hal-hal kurang bermanfaat atau negatif.
Walaupun pendidikan di Indonesia ikut terdampak adanya pandemi covid-19 ini, namun dibalik semua itu terdapat hikmah dan pelajaran yang dapat diambil. Adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui online, maka dapat memberikan manfaat yaitu meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi saat ini dan mengatasi permasalahan proses pendidikan di Indonesia
D.Kesimpulan
Sebagai warga, mari kita dukung setiap keputusan pemerintah dan tetap berdoa, tetap percaya kita bisa keluar dari bencana nasional pandemi corona ini,dan selalu mengikuti langkah-langkah untuk hidup sehat agar kita terhindar dari virus tersebut, dan selalu bersabar ketika menghadapi permasalahan ekonomi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan baik keluarga maupun masyarakat.