COVID-19
KAMPUNG
SITI AMBIA KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL
DI
SUSUN
OLEH
Abdul Roga Brampu
(160404025)

PRODI
PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI AR-RANIRY BANDA ACEH
TAHUN
AJARAN 2019/2020
A.
Latar
belakang masalah
Bencana nasional nonalam covid-19
berdampak pada keresahan, kekuatiran dan ketakutan masyarakat dari
ancaman gangguan kesehatan karena terinfeksi covid-19 bahkan ancaman jiwa, di
mana puluhan ribu jiwa berpotensi tertular. Kekawatiran dan ketakutan semakin
bertambah setelah penetapan status covid-19 sebagai bencana nonalam yang
ditindaklanjuti pemerintah dengan membuat kebijakan perlunya melakukan
social distancing, physical distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar
(PSBB) yang merupakan respon dari kedaruratan kesehatan masyarakat. PSBB
dimaksudkan sebagai upaya mencegah meluasnya penyebaran penyakit, kedaruratan
kesehatan masyarakat yang sedang terjadi antar orang di suatu wilayah tertentu,
yang meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan
keagamaan, dan atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.
Di sisi lain, pemberlakuan social
distancing, physical distancing, hingga PSBB berdampak pada masalah sosial dan
ekonomi di masyarakat. Dimana, sebagian masyarakat kehilangan pendapatan, tidak
dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, terutama rumah tangga
miskin dan rentan serta sektor informal. Daya beli dan konsumsi masyarakat
turun. Selain berdampak bagi rumah tangga, pandemi corona juga berdampak pada
UMKM, yang tidak dapat melakukan kegiatan usaha dan terganggu kemampuannya
dalam memenuhi kewajiban kredit sehingga kredit bermasalah atau NPL perbankan
bagi UMKM bisa meningkat signifikan, yang berpotensi makin memperburuk kondisi
perekonomian.
Semakin majunya jaman maka semakin maju
pula daerah atau wilayah kita dengan demikian kita sudah banyak melakukan
hal-hal yang dilarang oleh agama,seperti melakukan kebohongan, melakukan
tindakan kekerasan, melakukan pembunuhan,melakukan kemaksiatan, melakukan
korupsi yang sekarang kita ketahui semakin banyak merajalela dimasyarakat, dan
perbuatan yang tidak senonoh yang dilarang oleh agama, dan tidak pernah sama
sekali untuk berubah tahun demi tahun, maka dari itu allah subhanallah wataala
memberikan atau menurunkan azab kepada umat atau hambanya yaitu satu azab yang
seperti terjadi seperti sekarang ini yang semua umat dan mahkluk yang ada
didunia ini merasakannya yaitu azab atau balaa (covid 19).
Sekarang ini setiap penduduk yang ada di setiap
penjuru dunia merasakan azab tersebut dengan tujuan agar umat manusia dapat
sadar terhadap apa yang telah manusia
perbuat di permukaan bumi ini,oleh sebab itu masyarakat kampung siti ambia
sudah banyak mengalami keresahan terhadap virus corona tersebut,seperti banyak
fakta yang saya perhatikan ketika ibu-ibu pergi berobat ke puskemas mereka
bahkan sampai ada rasa cemas atau rasa ketakutanketika di cek oleh perawat atau
dokter,karena mereka berenggapan bahwa dirinya terkena corona,padahal maksud
dan tujuan dari pihak puskesmas adalah untuk mengetahui kondisi seorang ibu yang sedang berobat,karna
jika terkena virus tersebut dapat cepat atau segera diobati.
Selanjutnya banyak warga yang bertengkar dengan sesama
karna efek ekonomi yang sudah semakin sulit untuk memenuhi kehidupan mereka,dan
yang lebih ironisnya lagi seorang suami istri bertengkar akibat tidak punya
uang lagi untuk memenuhi kebutuhan hidup,efek dari corona tersebut masyarakat
susah atau sulit untuk mendapatkan pekerjaan karna tidak diperbolehkan untuk bergabung
tempat-tempat yang ramai untuk beraktifitas atau melakukan sesuatu,tetapi
sebalik itu ada sebagian masyrakat yang masih melawan aturan bahkan bekerja
wakaupun dilarang ketempat yang ramai,tetapi di balik itu corona dapaat
bermanfaat iyalah diantaranya dapat berkumpul dengan keluarga, dan dapat selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga
untuk selalu mencuci tangan karna sudah
ada rasa takut terhadap virus tersebut, maka
dari itu timbul permasalahan nya ialah yang akan di amati secara lebih
jauh iyalah bagaimana dampak negatif dan positif dari corona tersebut,dan
bagaimana tindakan pemerintah mengenai virus corona tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah yang akan saya ambil ialah bagaimana
dampak positif dan negatif yang dihadapi masyarakat dan bagaimana tindakan pemerintah mengenai
virus corona tersebut dalam menghadapi wabah covid 19?.
C.
Pembahasan
Covid 19 Kampung Siti Ambia
1.
Dampak
positif covid-19
akibat adanya pandemi Corona Virus,
masyarakat dituntut untuk tetap dirumah saja. Melakukan aktivitas seperti
belajar dirumah pada siswa bahkan mahasiswa, maupun bekerja dari rumah dengan
menggunakan teknologi yang ada.
Hal
yang harus dilakukan untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini:
-
sering mencuci tangan dan menjaga imun tubuh.
-
memakai masker bila berpergian.
-
tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang sakit.
-
mengurangi berpergian guna memutus rantai penyebaran virus
Dari akibat
adanya lockdown atau tetap dirumah, adapun hal positif lainnya yang dapat kita ambil:
1)
Waktu
Dengan tetap dirumah saja, kita memiliki
banyak waktu. Waktu yang kita miliki bisa bermanfaat atau terbuang sia-sia, ini
bergantung pada bagaimana kita menggunakan? Waktu kita menjadi positif, jika
kita gunakan untuk melakukan hal yang positif. Contohnya: saya sebagai seorang
mahasiswi, sebelum pandemi, waktu yang saya gunakan hanya untuk belajar
dikampus. Hal yang bisa saya ambil positif nya adalah saya menjadi lebih banyak
waktu untuk belajar memasak karna rasa gabut hehe, kareana selain belajar secara
online, kita juga bisa sambil belajar memasak.
2)
Kesehatan
Hal positif lainnya yanh bisa kita ambil
adalah dengan adanya virus ini, kita dituntut untuk tetap menjaga imun tubuh
kita dengan cara rutin menjaga kebersihan seperti mencuci tangan, mengkonsumsi
minuman yang dapat meningkatkan imun seperti yang mengandung vitC dan yang
terakhir adalah kita lebih sering banyak minum, karena apa? Karena
dengan banyak minum air putih tenggorokan kita akan tetap terjaga dan tidak
kering.
Hal ini salah satu hal yang positif bagi
saya pribadi, karena apa? Karena saya sebenarnya tidak terlalu banyak
mengkonsumsi air putih, namun dengan adanya anjuran tentang pencegahan virus
ini dengan banyak mengkonsumsi air putih, hal ini menuntut saya untuk terbiasa
banyak mengkonsumsi air putih.
2.
Dampak
negatif covid 19
Pandemi yang terjadi saat ini cukup
memberikan dampak yang begitu besar terhadap perekonomian dan hal
lainnya.
1)
Dampak Ekonomi
Dengan adanya tuntutan tetap di rumah
saja, banyak pegawai yang harus dirumahkan dan bahkan tidak memiliki pekerjaan
sampingan untuk tetap mendapatkan rupiah. Lalu, bagaimana mencukupi kebutuhan
sehari-hari? Bagaimana membayar cicilan jika tak ada pendapat? Dan ini
banyak dialami oleh masyarakat yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Banyak
perekonomian yang merosot, pendapatan yang berkurang dan kebutuhan yang harus
tetap dipenuhi. Hal ini merupakan dampak negatif bagi kebanyakan
masyarakat.
2) Edukasi
Pembelajaran yang awalnya sangat efektif
dilakukan dengan pembelajaran tatap muka, kini berubah menjadi belajar secara
Online.
Miris sekali, hal ini begitu kurang
efektif untuk dilakukan, namun lebih baik dari pada tidak melakukan. Banyak
tuntutan bagi pendidik bahkan peserta didik untuk tetap melakukan belajar
secara Daring. Adapun kesulitan yang dialami, bagaimana pendidik yang
dituntut untuk tahu mengoperasikan sebuah aplikasi guna menjalankan kuliah
online.
Hal ini sebenarnya memberikan dampak
negatif terhadap proses pembelajaran, bagaimana bisa? Pembelajaran yang
dilakukan secara Online mampi memberikan pelajaran yang mudah untuk dipahami
dengan media yang tersedia.
Pembelajaran secara daring dapat dilakukan
dengan melakukan kuliah Online menggunakan media atau applikasi yang ditentukan
atau bahkan memberikan penugasan sebagai bentuk penilaian.
Hal yang harus tetap dipertimbangkan
adalah bentuk penugasan yang diberikan tetap mempertimbangkan sewajarnya.
Selain kurangnya pemahaman akan materi
yang disampaikan secara daring, hal lainnya adalah melakukan belajar daring
seperti kuliah online menjadi dua kali lipat dalam penggunaan kuota internet.
Hal ini cukup membebankan dikarenakan tuntutan kuota dan kurangnya pemasukan
akibat dari pandemi covid-19.
Sedangkan tindakan pemerintah Presiden
Joko Widodo menegaskan, pandemi covid-19 tak hanya terkait kesehatan dan
keselamatan masyarakat, namun juga dampak ekonomi yang mengikutinya. Bukan
hanya jatuhnya nilai tukar dan pasar saham, ekonomi riill juga terdampak dari
pandemi ini. Berbagai kebijakan pemerintah telah diluncurkan untuk mengatasi
virus corona. Kebijakan di bidang kesehatan dituangkan dalam Keppres No. 7/2020
tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),
disusul Keppres No. 9/2020 tentang perubahan struktural. Melalui Keppres itu,
Presiden Jokowi menyalurkan kewenangan pemberian izin edar dan impor alat
kesehatan kepada Ketua Pelaksana Gugus Tugas, yakni Ketua Badan Nasional
Penanggulangan Bencana Doni Monardo. Kewenangan berbentuk mandat pemberian
pengecualian izin tata niaga impor alat kesehatan terkait covid-19.
Terkait dukungan pemerintah di bidang
kesehatan, anggaran Rp 75 triliun dialokasikan untuk perlindungan tenaga
kesehatan, seperti pengadaan alat pelindung diri (APD). Anggaran itu juga
digunakan untuk pembelian alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, seperti alat uji
coba, reagen, ventilator, handsanitizer, dan lainnya. Selain itu anggaran juga
untuk memperbarui rumah sakit rujukan covid-19, termasuk Wisma Atlet Kemayoran,
Jakarta. Insentif dokter, santunan kematian tenaga medis sebesar Rp 300 juta,
dukungan tenaga medis, serta penangan kesehatan lainnya juga diambilkan dari
anggaran itu.
Dalam upaya mengatasi masalah sosial di
masyarakat seperti pengangguran, PHK, dan daya beli yang rendah, berbagai
kebijakan pemerintah juga telah dinyatakan. Pemerintah telah memastikan jaring
pengaman ekonomi selama pandemi virus corona. Kebijakan ini difokuskan untuk
pekerja informal dan pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sejumlah
program ekonomi dilakukan, antara lain menambah penerima Program Keluarga
Harapan dari Kementerian Sosial, dari 9,2 juta menjadi 10 juta orang. Besaran
bantuan yang diterimakan naik 25%. Ibu hamil bakal menerima Rp 3 juta per tahun
dari yang sebelumnya Rp 2 juta. Kartu sembako, jumlah penerimanya juga dinaikan
dari 15,2 juta menjadi 20 juta orang. Nilainya naik 30 persen, dari Rp150
menjadi Rp200 ribu. Semua ini akan diberikan selama sembilan bulan. Kartu
prakerja, anggarannya dinaikan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Jumlah
penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang, terutama pekerja informal serta pelaku
UMKM yang terdampak. Nilai manfaat Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta perbulan,
selama empat bulan.
Untuk meringankan perekonomian masyarakat,
pemerintah telah membebaskan biaya pelanggan listrik 400 VA selama 3 bulan ke
depan yaitu April, Mei, dan Juni 2020, yang jumlahnya sekitar 24 juta
pelanggan. Bagi pelanggan listrik 900 VA mendapat keringanan potongan harga
sebesar 50 persen selama periode yang sama. Saat ini jumlah pelanggan listrik
900 VA sekitar 7 juta pelanggan. Selain itu pemerintah menambah insentif
perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga Rp 175.000.
Pemerintah juga memberi dukungan logistik kebutuhan pokok (sembako) dengan
alokasi anggaran Rp 25 triliun.
Kebijakan perlindungan sosial yang lain,
Presiden Jokowi memerintahkan seluruh menteri, gubernur dan wali kota memangkas
rencana belanja yang bukan belanja prioritas di Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Jokowi meminta
pusat dan daerah untuk mengalokasikan ulang anggarannya guna mempercepat
pengentasan dampak corona, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Hal ini
ditindaklanjuti Presiden Jokowi melakukan pengurangan anggaran terhadap
sejumlah kementerian dan lembaga demi penanganan pandemi covid-19.
Pengurangan anggaran juga berlaku bagi
lembaga pemerintah lainnya seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan Agung, hingga
Mahkamah Agung. Kebijakan lain terkait alokasi anggaran dikemukakan Menteri
Keuangan Sri Mulyani. Dia menyatakan, ASN eselon I dan II, tak akan mendapatkan
THR. THR hanya akan diberikan bagi ASN, TNI, dan Polri eselon III ke bawah
serta pensiunan. Hal ini karena pemerintah mengalokasikan anggaran untuk
penanganan wabah virus corona atau Covid-19. Keputusan berikutnya, Jokowi
meminta pemerintah pusat serta pemerintah daerah menjamin ketersediaan bahan
pokok, dan memastikan terjaganya daya beli masyarakat, terutama masyarakat
bawah.
Pihaknya juga meminta, program padat karya
tunai diperbanyak dan dilipatgandakan, dengan catatan harus diikuti kepatuhan
terhadap protokol pencegahan virus corona. Yaitu menjaga jarak aman satu sama
lain. Jokowi juga menyebut, pemerintah memberi tambahan sebesar Rp 50.000 pada
pemegang kartu sembako murah selama enam bulan. Dengan demikian, peserta kartu
sembako akan menerima Rp 200.000 per keluarga tiap bulan. Untuk menjalankan
alokasi tambahan kartu sembako ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4,56
triliun. Jokowi juga memutuskan mempercepat impelementasi kartu pra-kerja guna
mengantisipasi pekerja yang terkena PHK, pekerja kehilangan penghasilan, dan
penugusaha mikro yang kehilangan pasar dan omzetnya. Masyarakat yang terdampak
corona virus diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kulitasnya melalui
pelatihan kartu prakerja. Pemerintah mengalokasikan Rp 10 triliun untuk
kebutuhan itu.
Keputusan lain bagi masyarakat
berpenghasilan rendah yang melakukan kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi,
diberikan stimulus. Pemerintah memberikan subsidi bunga hingga masa angsuran
10. tahun. Jika bunga di atas 5 persen, maka selisih bunga dibayar pemerintah.
Selain itu, ada juga bantuan pemberian subsidi uang muka bagi kredit rumah
bersubsidi, dengan alokasi anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,5
triliun.
Sebagai dukungan terhadap industri,
presiden Jokowi memutuskan pemerintah untuk membayar pajak penghasilan (PPh)
Pasal 21 yang selama ini dibayar oleh wajib pajak karyawan di industri
pengolahan. Alokasi anggaran yang disediakan Rp 8,6 triliun.
Otoritas Jasa Keuangan memberi relaksasi
kredit di bawah Rp 10 miliar bagi UMKM. Relaksasi itu berupa penurunuan bunga
dan penundaan cicilan selama setahun baik dari perbankan dan industri keuangan
non bank. Selain itu, penangguhan cicilan selama setahun juga berlaku bagi
ojek, supir taksi dan nelayan yang memiliki cicilan kendaraan. Jokowi minta
pihak perbankan dan keuangan non bank untuk tidak mengejar para debitur.
Pandemi corona juga berdampak pada
penurunan pertumuhan ekonomi nasional dari semula diperkirakan tumbuh di atas
4% tahun ini diprediksi hanya akan tumbuh 2,5 %. Berbagai upaya untuk
mempertahankan pertumbuhan ekonomi karena dampak pandemi corona dilakukah
pemerintah, baik dari segi kesehatan, sosial dan ekonomi. Secara umum tujuan
setiap kebijakan untuk mengatasi rendahnya daya beli masyarakat, untuk
mengurangi risiko PHK dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas
masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia.
Masalah
keuangan apa saja yang dihadapi masyarakat di kala pandemi COVID-19?
1.
Pendapatan berkurang
Bagi sebagian orang, pendapatan atau
pemasukan yang didapat selama wabah pandemi COVID-19 mungkin tidak sama dengan
pemasukan sebelum adanya pandemi ini. Pasalnya, kebanyakan perusahaan
memutuskan untuk melakukan pemotongan gaji kepada karyawannya seperti karyawan
pt uber teraco dan pt astra karena pemasukan perusahaan yang juga berkurang
drastis.
Jika kalian memang salah satu dari mereka
yang pendapatannya berkurang, cobalah untuk tetap bersyukur. Setidaknya, kalian
masih bisa bekerja dan memiliki penghasilan walaupun tidak sama seperti
sebelumnya. Yang harus kalian lakukan adalah belajar menyederhanakan
pengeluaran dan benar-benar mengeluarkan uang hanya ketika sedang butuh saja.
2.
Nilai investasi menurun
Karena pandemi COVID-19 berdampak pada
perekonomian tak hanya negara Indonesia namun juga dunia, tak mengherankan jika
nilai investasi menjadi menurun. Mereka yang menginvestasikan uangnya pada
saham atau emas pasti mendapati bahwa beberapa hari lalu nilai saham tengah
anjlok. Tak hanya saham lokal melainkan juga saham luar negeri.
3.
Pengeluaran membengkak
Karena kelamaan di rumah saja, pengeluaran
kita pun menjadi membengkak. Entah itu untuk membeli barang keperluan yang
penting maupun membeli yang hanya merupakan keinginan semata saja.
Berada di rumah saja, memungkinkan kita
untuk memiliki waktu lebih untuk mengakses situs marketplace yang akhirnya
membuat kita tanpa pikir panjang langsung membeli semua yang kita inginkan,
tanpa mengingat bahwa pemasukan yang kita terima tidak seperti biasanya.
Kebutuhan selama di rumah saja pun
tentunya juga akan lebih meningkat, karena kita berada di rumah terus sepanjang
hari. Misalnya kebutuhan listrik, air, internet, hiburan dan sebagainya.
4.
Cicilan yang menuntut untuk dibayar
Walau pemasukan kita berkurang, namun
cicilan adalah kewajiban yang menuntut untuk dibayar. Tak pelak lagi banyak
orang yang merasa kebingungan bagaimana harus membayar cicilan sementara
pemasukan tak lagi sama seperti dahulu dan pengeluaran yang ada pun semakin
besar.
Jika memang kalian memiliki cicilan yang
harus dibayar dan benar-benar tidak memiliki uang untuk membayar cicilan
tersebut, maka coba diskusikan kepada bank atau orang tempat kalian berhutang
supaya kalian bisa meminta keringanan kepada mereka perihal membayar cicilan.
Dengan mengatakan pada mereka alasan
sesungguhnya, mungkin kalian akan diberikan keringanan dan kalian juga tidak
dikira memiliki itikad buruk dengan tidak membayar cicilan kalian yang harusnya
dibayar tersebut.
Pemerintah menerapkan kebijakan
yaitu Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan upaya yang
diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di
rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak
akibat adanya pandemi covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi,
Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan
meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan
menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem
pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah
yang dihadapi oleh siswa dan guru, seperti materi pelajaran yang belum selesai
disampaikan oleh guru kemudian guru mengganti dengan tugas lainnya. Hal
tersebut menjadi keluhan bagi siswa karena tugas yang diberikan oleh guru lebih
banyak.
Permasalahan lain dari adanya sistem
pembelajaran secara onlineini adalah akses informasi yang terkendala oleh
sinyal yang menyebabkan lambatnya dalam mengakses informasi. Siswa terkadang
tertinggal dengan informasi akibat dari sinyal yang kurang memadai. Akibatnya
mereka terlambat dalam mengumpulkan suatu tugas yang diberikan oleh guru. Belum
lagi bagi guru yang memeriksa banyak tugas yang telah diberikan kepada siswa,
membuat ruang penyimpanan gadget semakin terbatas. Penerapan
pembelajaran online juga membuat pendidik berpikir kembali, mengenai
model dan metode pembelajaran yang akan digunakan. Yang awalnya seorang guru
sudah mempersiapkan model pembelajaran yang akan digunakan, kemudian harus
mengubah model pembelajaran tersebut.
Di balik masalah dan keluhan tersebut,
ternyata juga terdapat berbagai hikmah bagi pendidikan di Indonesia.
Diantaranya, siswa maupun guru dapat menguasai teknologi untuk menunjang
pembelajaran secara online ini. Di era disrupsi teknologi yang
semakin canggih ini, guru maupun siswa dituntut agar memiliki kemampuan dalam
bidang teknologi pembelajaran. Penguasaan siswa maupun guru terhadap teknologi
pembelajaran yang sangat bervariasi, menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
Dengan adanya kebijakan Work From Home (WFH), maka mampu memaksa dan
mempercepat mereka untuk menguasai teknologi pembelajaran secara digital
sebagai suatu kebutuhan bagi mereka. Tuntutan kebutuhan tersebut, membuat
mereka dapat mengetahui media online yang dapat menunjang sebagai
pengganti pembelajaran di kelas secara langsung, tanpa mengurangi kualitas
materi pembelajaran dan target pencapaian dalam pembelajaran.
Berbagai media pembelajaran jarak jauh pun
dicoba dan digunakan. Sarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara
lain, e-learning, aplikasi zoom, google
classroom, youtube, maupun media sosial whatsapp. Sarana-sarana
tersebut dapat digunakan secara maksimal, sebagai media dalam melangsungkan
pembelajaran seperti di kelas. Dengan menggunakan
media online tersebut, maka secara tidak langsung kemampuan
menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru.
Setelah pendidik mampu menguasai berbagai
sarana pembelajaran online, maka akan tercipta pemikiran mengenai metode dan
model pembelajaran lebih bervariasi yang belum pernah dilakukan oleh pendidik.
Misalnya, guru membuat konten video kreatif sebagai bahan pengajaran. Dalam hal
ini, guru lebih persuasif karena membuat peserta didik semakin
tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru melalui video kreatif tersebut.
Peserta didik tentu akan dapat memahami apa yang dijelaskan oleh guru melalui
video kreatif yang dibuat oleh guru tersebut. Sehingga dengan adanya penerapan
model pembelajaran di rumah ini, membuat siswa tidak merasa bosan dalam
mengikuti pembelajaran secara online.
Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan
tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam
mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Dengan metode pembelajaran yang
bervariasi dari guru, mereka dapat menciptakan suatu produk pembelajaran
kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri,
tanpa keluar dari pokok bahasan materi yang telah disampaikan oleh guru.
Adanya pandemi covid-19 juga memberikan
hikmah yang lainnya. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orang
tua lebih mudah dalam memonitoring atau mengawasi terhadap perkembangan belajar
anak secara langsung. Orang tua lebih mudah dalam membimbing dan mengawasi
belajar anak dirumah. Hal tersebut akan menimbulkan komunikasi yang lebih
intensif dan akan menimbulkan hubungan kedekatan yang lebih erat antara anak
dan orang tua. Orang tua dapat melakukan pembimbingan secara langsung kepada
anak mengenai materi pembelajaran yang belum dimengerti oleh anak. Dimana
sebenarnya orang tua adalah institusi pertama dalam pendidikan anak. Dalam
kegiatan pembelajaran secara online yang diberikan oleh guru, maka orang tua
dapat memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya. Kemudian
ketidakjelasan dari materi yang diberikan oleh guru, membuat komunikasi antara
orang tua dengan anak semakin terjalin dengan baik. Orang tua dapat membantu
kesulitan materi yang dihadapi anak.
Hikmah selanjutnya yaitu penggunaan media
seperti handphone atau gadget, dapat dikontrol untuk kebutuhan belajar
anak. Peran orang tua semakin diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap
penggunaan gadget. Hal tersebut memberikan dampak yang positif bagi anak,
dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Anak cenderung akan
menggunakan handphone untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran dari tugas
yang diberikan oleh guru. Sehingga akan membuat anak menghindari
penggunaan gadget pada hal-hal kurang bermanfaat atau negatif.
Walaupun pendidikan di Indonesia ikut
terdampak adanya pandemi covid-19 ini, namun dibalik semua itu terdapat hikmah
dan pelajaran yang dapat diambil. Adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan
pembelajaran jarak jauh melalui online, maka dapat memberikan manfaat
yaitu meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi saat ini dan
mengatasi permasalahan proses pendidikan di Indonesia
D.Kesimpulan
Sebagai warga, mari kita dukung setiap
keputusan pemerintah dan tetap berdoa, tetap percaya kita bisa keluar dari bencana
nasional pandemi corona ini,dan selalu mengikuti langkah-langkah untuk hidup
sehat agar kita terhindar dari virus tersebut, dan selalu bersabar ketika
menghadapi permasalahan ekonomi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan
baik keluarga maupun masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar